Jumat, 24 November 2017
 
  Artikel Taruna Bumi Khatulistiwa
umum
casis
alumni
Informasi visitor
Jml.Online : 199375
IP address : 54.198.108.19
 
CERMATI GAYA BELAJAR ANAK
ADMIN | 03 November 2008

Sebagian besar orang tua atau guru terlalu mendiskreditkan bahwa “anak itu bodoh”, bila melihat seorang anak mengalami kesulitan/kelambatan belajar. Padahal, hal itu bukanlah hal yang mutlak. Banyak faktor yang mempengaruhi. Termasuk salah satunya adalah kurang tepatnya pelayanan sekolah/guru, juga orang tua, dalam memfasilitasi proses belajar si anak. Masing-masing anak memiliki kecenderungan kecerdasan dan gaya belajar yang berbeda-beda. Sedangkan sekolah/guru, termasuk ortu, pada umumnya memberikan pelayanan belajar yang mencakup dua ragam kecerdasan saja, yaitu kecerdasan linguistik dan kecerdasan matematis-logis. Padahal, kecenderungan kecerdasan anak berpengaruh pada kecenderungan gaya belajarnya. Sehingga, anak yang memiliki kecenderungan kecerdasan di luar linguistik dan matematis-logis, akan merasa tidak terlayani. Dengan kata lain, pelayanan belajar dari guru/ortu tersebut tidak sesuai dengan gaya belajar anak. Hal inilah yang menyebabkan anak mengalami kegagalan belajar, meski sebenarnya dia “tidak bodoh”. Ada tiga kecenderungan gaya belajar anak (DePoorter, 2000), yaitu gaya belajar visual, auditorial, dan kenestetik. Pelajar visual adalah pelajar yang belajar paling baik ketika melihat gambar-gambar yang mereka pelajari: sebagian kecil mereka berorientasi pada “teks tercetak” dan dapat belajar melalui membaca. Pelajar auditorial, yang paling baik belajar melalui suara: musik dan berbicara. Sedangkan pelajar kinestetik, paling baik belajar ketika mereka terlibat, bergerak, mengalami, dan mencoba-coba. Untuk menemukan gaya belajar seorang anak, dapat dicermati melalui bahasa tubuh si anak saat menerima informasi (Jeannette Vos, 2002). *Pelajar visual biasanya duduk tegak dan mengikuti penyaji/guru dengan matanya. *Pelajar auditorial sering mengulang dengan dengan lembut kata-kata yang diucapkan penyaji/guru, atau sering menganggukkan kepalanya saat penyaji/guru menjelaskan informasi lisan. *Pelajar kinestetik sering menunduk saat ia mendengarkan. Untuk mencermati gaya belajar seorang anak, juga bisa melalui gerakan mata dan mendengarkan pembicaraan anak tersebut. *Pelajar visual biasanya duduk tegak dan melihat lurus ke depan, atau matanya memandang ke atas saat menerima informasi, dan jika berbicara cepat. *Pelajar auditorial biasanya melihat ke kiri-kanan saat menerima infirmasi, dan jika bicara dengan suara yang berirama. *Pelajar kinestetik biasanya banyak bergerak, memandang ke kanan dan ke bawah sat menerima dan menyimpan informasi, dan ia seorang pembicara yang lambat. Dengan demikian, kita bisa menentukan kecenderungan kecerdasan dan gaya belajar seorang anak. Tanpa pendiskreditan tertentu, kita bisa lebih bijak dalam menyikapi keterlambatan belajar mereka. Sebagai pihak pendidik pun, kita bisa lebih interospeksi diri.

««Back