IHT dan Outbound Guru SMA Taruna Bumi Khatulistiwa

Guru sedang menyimak materi IHT

Melesat sebuah bus milik Sekolah pada Jumat pagi (27/9) membawa rombongan guru SMA Taruna Bumi Khatulistiwa menuju Rumah Retret Constantini Ambawang dalam rangka In-House Training (IHT) dan sekaligus melaksanakan Out-bound. Pagi yang cerah itu dengan dihantar kabut asap yang mulai menipis, perjalanan menuju destinasi memakan waktu tidak lebih dari 30 menit. Sejumlah 38 guru dan staf mempersiapkan diri untuk dilatih dalam peningkatan proses pembelajaran sekaligus diasah ketrampilan afektif dan sosialnya.

IHT dan outbound ini diadakan selama 2 hari pada Hari Jumat dan Sabtu tanggal 27-28 September 2019 di suatu tempat yang masih asri, rindang dan sedikit dihiasi oleh hutan serta sungai yang mengalir di belakang area menambah gejolak nuansa petualangan. Sebuah sedikit improvisasi yang selama ini diadakan di tempat kerja, ini berdampak pada suasana psikologis yang lebih refresh dan recharge. Dua blok rumah panggung terbuat dari kayu belian dan bekam untuk bermalam, menambah kesan pedesaan dan kearifan lokal.

IHT dan out-bound ini adalah sebuah keseimbangan. Kalau selama ini pelatihan hanya melulu teori dan textbook yang monoton dan membosankan serta membuat kapasitas atau kemampuan jadi overload, dengan adanya kegiatan di lapangan suasana semarak dan senang menjadi bahagian yang pasti dan pastinya akan menstimulasi semangat kerja pada tahap berikutnya. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Ketua Panitia Mulyadi, kegiatan ini merupakan sarana dan media untuk meningkatkan ketrampilan tidak hanya pedagogik namun juga profesional sekaligus afektif dan sosial. Dan tentunya akan terjadwal berkesinambungan.

Materi diberikan oleh Leonardus, S.Si, Sesampai di Wisma pada Jumat itu, secara hat-trick beliau memapar model dan metode pembelajaran terutama inquiry based learning. Ditingkahi suasana kelakar dan canda, teori yang serius menjadi  terserap cepat dan harapannya ke depan akan aplikatif. Keesokan hari, secara full-day kegiatan di lapangan. Semua lepas bebas berekspresi. Mulai dari senam pagi pemanasan, kegiatan trust-fall, berjalan berdua di atas dua buah bambu yang ditopang oleh sesama teman, memanjat dinding, terjun dari ketinggian ke kolam, duduk bersama dalam sebuah lingkaran, dan merentang dari ujung ke ujung dengan menggunakan semua sarana yang ada supaya tersambung. Acara terakhir ada lesehan, duduk bersama antara instruktur dan para guru. Membicarakan tentang setiap permainan serta manfaat dan makna yang terkandung di dalamnya. Yang utama adalah tuntutan untuk saling kerjasama, tolong menolong, menjadi suatu teamwork yang solid, dan fokus pada tujuan. Semua dibongkar dan dibahas habis di acara ini. Salah seorang peserta Suci Komalasari berkesan “Acara ini sungguh luarbiasa dan menambah keakraban antara guru yang satu dengan yang lain, antara komponen sekolah yang ada, dan berharap semua bisa terlibat untuk pertemuan berikutnya.” (FY)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*